Belajar Mikrokontroler Atmega Untuk Pemula Lengkap

1940 views

Belajar Mikrokontroler Atmega Untuk Pemula Lengkap – Semakin hari perkembangan teknologi semakin canggih. Perkembangan teknologi tersebut berdampak pada kehidupan manusia sehari-hari. Saat ini banyak tugas-tugas manusia yang dapat digantikan oleh mesin sehingga terasa lebih mudah dan ringan.

Banyak hal-hal yang bisa dilakukan secara otomatis, mulai dari mematikan dan menyalakan lampu, membuka dan menutup pintu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tentu ada suatu mesin atau alat dibalik hal yang serba otomatis tersebut. Saat ini ada banyak sekali alat yang dapat digunakan untuk menjalankan tugas-tugas manusia secara otomatis.

Salah satunya adalah mikrokontroler. Ya, buat anda yang belum tahu mikrokontroler adalah sebuah chip komputer yang dapat diprogram sesuai dengan keinginan sehingga bisa menjalankan tugas sesuai dengan program yang ada di dalamnya. Mikrokontroler banyak diaplikasikan dalam dunia otomasi.

Belajar Mikrokontroler Untuk Pemula

Mikrokontroler banyak digunakan oleh pemula maupun expert karena selain mudah, harganya juga lebih murah dibanding dengan alat otomasi lain seperti PLC. Meskipun punya harga jauh lebih murah dibanding dengan PLC, namun mikrokontroler memiliki fitur yang tak kalah keren.

Sampai saat ini tercatat ada beberapa jenis mikrokontroler yang beredar di pasaran. Masing-masing jenis mikrokontroler tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Buat anda yang ingin tahu, berikut beberapa jenis mikrokontroler populer yang banyak diaplikasikan di dunia elektro, robotik, maupun otomasi.

  1. AVR
  2. MCS-51
  3. PIC
  4. PARALAX

Selain empat jenis mikrokontroler populer tadi, sebenarnya masih ada beberapa jenis mikrokontroler lainnya. Nah, pada kesempatan kali ini belajarelektronika.net akan mengulas salah satu diantara beberapa jenis mikrokontroler tadi, yakni mikrokontroler ATMEGA 8535 yang masih berada dalam satu keluarga AVR.

Baca juga : Jenis-jenis Mikrokontroler Populer

Seperti yang kita tahu bahwa masing-masing jenis mikrokontroler memiliki spesifikasi dan fitur yang berbeda-beda. Begitu juga dengan mikrokontroler ATMEGA 8535. Mikrokontroler jenis ini dijual dengan harga murah dan bisa dengan mudah dijumpai di pasaran. Mikrokontroler ATMEGA 8535 memiliki 40 konfigurasi pin sebagai berikut.

Berikut penjelasan dari masing-masing pin tersebut :

  • VCC (Power supply)
  • GND (Ground)
  • Port A (PA7 – PA0) berfungsi sebagai suatu Port I/O 8-bit dua arah yang menyediakan resistor internal pull-up
  • Port B (PB7 – PB0) adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up
  • Port C (PC7 – PC0) adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up
  • Port D (PD7 – PD0) adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up
  • RESET (Reset input)
  • XTAL1 (Input Oscillator)
  • XTAL2 (Output Oscillator) AVCC adalah penyedia tegangan untuk port A dan A/D konverter
  • AREF adalah pin referensi analog untuk A/D konverter
  • RXD adalah pin penerima data pada komunikasi serial
  • TXD adalah pin pengirim data pada komunikasi serial

Seperti yang telah kami katakan tadi bahwa sebuah mikrokontroler termasuk ATMEGA 8535 bisa diisi program agar bisa menjalankan tugas-tugas tertentu. Bahasa program yang digunakan bermacam-macam tergantung mikrokontroler yang digunakan. Salah satunya adalah bahasa assembly.

Program mikrokontroler dapat dibuat menggunakan IDE (Integrated Development Environment). Terdapat dua tahap pemrograman mikrokontroler. Yang pertama menulis dan mengkompilasi kode atau bahasa program, dan yang kedua adalah menghisi hasil program ke dalam IC mikrokontroler.

Untuk bisa mengisikan program ke dalam IC mikrokontroler, ada beberapa alat yang harus disiapkan. Berikut beberapa alat yang harus anda siapkan jika hendak mengisikan sebuah program ke dalam IC mikrokontroler, termasuk mikrokontroler jenis ATMEGA 8535 atau keluarga AVR yang lain.

  • Komputer PC atau laptop
  • Board mikrokontroler (minimum sistem)
  • Downloader (tergantung jenis mikrokontroler yang digunakan)
  • Aplikasi (Khazama AVR Programmer)

Baca juga : Perbedaan Mikrokontroler dan Mikroprosesor

Nah, setelah semua alat yang diperlukan sudah siap, anda bisa langsung memasukkan program ke dalam IC mikrokontroler. Tentunya anda harus menyiapkan programnya sesuai dengan keinginan. Jika anda masih belum tahu tentang program mikrokontroler, akan kami bahas pada artikel yang lain. Berikut langkah-langkah mengisi program ke IC mikrokontroler.

  1. Pertama-tama hubungkan board ke mikrokontroler ke downloader dan komputer
  2. Setelah itu download dan install aplikasi Khazama AVR Programmer di komputer
  3. Jalankan aplikasi Khazama AVR Programmer yang sudah diinstall
  4. Pilih chip mikrokontroler yang sesuai. Misal ATMEGA 8535
  5. Setelah itu klik Command, kemudian pilih Program Options
  6. Pastikan verify Flash dan Verify EEPROM sudah dicentang
  7. Untuk menguji coba koneksi, pilih Command, kemudian klik Read Chip Signature
  8. Untuk memasukkan program, pilih file HEX (hasil kompilasi) sudah disiapkan
  9. Setelah itu klik Auto Program
  10. Jika pengisian berhasil, akan muncul tulisan Flash verified dan EEPROM verified

Bagaimana, sangat mudah bukan? Sekian informasi singkat mengenai tips belajar mikrokontroler atmega untuk pemula. Jika ada pertanyaan terkait mikrokontroler, silahkan tinggalkan komentar pada kolom yang sudah kami sediakan di bawah ini. Share jikalau info mengenai belajar mikrokontroler ini bermanfaat. Sampai jumpa.

Penulis: 
    author
    Admin belajarelektronika.net adalah seseorang yang suka bereksperimen dengan barang-barang elektronik walaupun kadang gagal.