Cara Memilih Crossover Aktif dan Pasif yang Baik

3469 views

Cara Memilih Crossover Aktif dan Pasif yang Baik – Sebagian dari anda yang menggilai dunia audio atau sound system, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya crossover. Ya, crossover adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan sinyal suara berdasarkan jarak atau range frekwensi pada output amplifier yang menuju ke speaker.

Tujuan dari pemisahan tersebut tak lain adalah untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terdefinisi dengan jelas. Selain itu pemisahan sinyal suara tersebut juga bermanfaat untuk mengamankan speaker dari kerusakan akibat respon frekwensi yang diberikan tidak sesuai.

Secara umum, frekwensi crossover dibagi menjadi tiga jenis, yakni frekwensi tinggi (3 KHz – 20 KHz) yang dimasukkan ke speaker twitter, frekwensi sedang (700 Hz – 3KHz) yang akan dimasukkan ke speaker mid-end, dan frekwensi rendah (20 Hz – 700 Hz) yang akan dimasukkan ke speaker woofer.

Crossover Aktif dan Pasif

Selain itu crossover juga dibagi lagi menjadi dua macam, yakni crossover pasif dan juga crossover aktif. Dua jenis crossover tersebut biasanya digunakan di berbagai jenis peralatan sound system. Berikut beberapa hal yang membedakan antara crossover pasif dengan crossover aktif.

Crossover Pasif

Pada umumnya crossover pasif built-in menjadi satu kesatuan dengan box speaker. Fungsinya adalah untuk membagi nada suara mulai dari tinggi, sedang, hingga rendah ke masing-masing komponen speaker. Rangkaian crossover pasif hanya menggunakan komponen pasif yang berupa R, L, dan juga C guna membagi frequensi. Rangkaian ini tidak butuh catu daya dari luar.

Kelebihan dari crossover pasif ini adalah rangkaiannya yang sederhana sehingga tak perlu makan biaya mahal untuk membuatnya. Rangkaian ini juga mudah dalam pemasangan karena bentuknya yang kecil dan tidak perlu catu daya sendiri. Selain itu rangkaian crossover pasif juga lebih efisien untuk penggunaan skala kecil.

Baca juga : Rangkaian Tone Control Sederhana

Selain punya beberapa kelebihan, crossover pasif juga memilki kekurangan-kekurangan diantaranya adalah tidak bisa maksimal apabila digunakan pada ruangan yang punya skala besar. Jika anda ingin menggunakan crossover dalam ruangan skala besar, ada baiknya gunakan yang aktif.

Crossover Aktif

Sedangkan crossover aktif berfungsi untuk membagi sinyal audio sebelum dikuatkan menggunakan amplifier. Komponen yang digunakan dalam crossover aktif ini terdiri dari IC OP-Amp yang berfungsi sebagai penguatnya, dan juga komponent pasif R, L, C yang fungsinya sebagai penentu pembagian frequensi. Crossover aktif perlu catu daya tersendiri agar dapat digunakan.

Crossover aktif memiliki kelebihan diantaranya adalah suara yang dihasilkan lebih baik dibanding dengan crossover aktif, serta efisiensi dayanya juga lebih baik. Crossover akan memisahkan sinyal sebelum dikuatkan oleh amplifier sehingga daya yang digunakan tidak terbuang dengan sia-sia.

Sedangkan kekurangan dari crossover aktif ini adalah amplifier yang dibutuhkan juga semakin banyak tergantung seberapa banyak channel yang digunakan. Secara otomatis biaya produksinya pun juga lebih mahal, dan konsumsi dayanya juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan crossover pasif.

Baca juga : 5 Equalizer Professional Harga Murah

Cara Memilih Crossover

Jika dilihat dari kemampuannya dalam memisahkan frekwensi sinyal audio, terdapat berbagai macam crossover mulai dari 3 way, 4 way, hingga 5 way. Bahkan saat ini sudah ada crossover dengan 6 way atau yang juga biasa disebut dengan LMS (Loudspeaker Management System).

Biasanya jenis crossover tersebut diaplikasikan pada home theater sehingga penonton bisa merasakan sensasi suara dari berbagai penjuru layaknya berada di situasi yang sebenarnya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat anda memilih crossover yang bagus, baik itu pasif maupun aktif.

1. Keperluan Sound System

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam memilih crossover adalah keperluan atau kebutuhan. Jika kebutuhan anda untuk sound system skala besar atau lapangan, silahkan pilih crossover aktif agar kualitas suara yang dihasilkan lebih oke. Sedangkan jika anda hanya perlu untuk skala kecil atau ruangan, silahkan gunakan crossover pasif karena lebih efisien.

2. Kebutuhan Kualitas

Jika anda ingin menaikkan kualitas audio ke level yang jauh lebih tinggi, silahkan gunakan crossover aktif. Sedangkan jika anda ingin menaikkan kualitas audio ke level yang sekedar lebih oke, bisa digunakan crossover pasif. Jadi penggunaan crossover juga tergantung seberapa inginkah anda menaikkan kualitas suara atau audio.

Baca juga : Cara Pasang Amplifier ke Tone Control

3. Sesuaikan Selera dan Budget

Tentunya masing-masing orang memiliki selera masing-masing dan budget yang berbeda-beda. Oleh sebab itu pemilihan crossover juga bisa anda sesuaikan dengan selera dan seberapa besar budget yang ingin anda habiskan untuk mendapatkan hasil suara yang diinginkan. Simpel bukan?

Semoga dengan adanya informasi mengenai cara memilih crossover yang baik ini dapat bermanfaat. Kami kembali mengingatkan bahwa masing-masing crossover baik yang pasif maupun yang aktif punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan anda. Sampai jumpa.

Incoming search terms:

  • crossover pasif yang bagus
  • persamaan transistor dan fungsinya
  • cara memilih crossover yang bagus
  • crossover pasif yg bagus
  • cara memilih kit crosofer aktif yang bagus
  • cara memilih crossover pasif yg bagus
  • cara memilih crossofer pasif mobil
  • cara membuat crossover pasif 3 way
  • cara membuat crossover 3 way sendiri
  • Tip memilih crossover pasif untuk salon
Penulis: 
    author
    Admin belajarelektronika.net adalah seseorang yang suka bereksperimen dengan barang-barang elektronik walaupun kadang gagal.