Pengertian Reaktansi Kapasitif dan Cara Menghitungnya

611 views

Pengertian Reaktansi Kapasitif dan Cara Menghitungnya – Tentu kita semua sudah tahu bahwa kapasitor adalah salah satu komponen elektronika dasar yang memiliki fungsi menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Respon kapasitor akan berbeda-beda tergantung perlakuan yang diberikan kepadanya.

Misal saat kapasitor diberikan tegangan searah alias DC, maka kapasitor akan melakukan pengisian muatan sampai dengan batas nilai maksimal yang ada pada kapasitor tersebut. Namun apabila tegangan tersebut dikurangi, maka muatan yang tersimpan pada kapasitor tersebut juga ikut berkurang. Proses ini juga kerap disebut dengan istilah pembuangan muatan (discharge).

Berbeda lagi apabila kapasitor dialiri tegangan listrik bolak-balik atau tegangan AC, maka muatan yang ada di dalam kapasitor akan terisi dan terbuang secara terus menerus sesuai dengan frekwensi tegangan AC yang diberikan. Namun tahukah anda bahwa ada kondisi lain yang akan terjadi pada saat kapasitor dialiri listrik bolak-balik (AC).

Pengertian Reaktansi Kapasitif

Pada saat pengisian dan pengosongan kapasitor oleh listrik bolak-balik (AC), arus listrik yang mengalir lewat kapasitor tersebut dibatasi resistansi yang dimiliki oleh kapasitor itu sendiri. Resistansi yang terjadi pada kapasitor tersebut dikenal dengan istilah “Reaktansi Kapasitif” atau yang dalam bahasa Inggris juga dikenal dengan nama Capacitive Reactance.

Reaktansi kapasitif dilambangkan dengan simbol Xc, dan memiliki satuan satuan Ohm (Ω). Jadi kesimpulannya reaktansi kapasitif dapat didefinisikan sebagai hambatan yang timbul pada komponen kapasitor yang dilewati oleh arus bolak-balik (AC). Nilai reaktansi tidak bersifat tetap, akan tetapi bervariasi tergantung frekuensi tegangan AC yang diberikannya.

Setiap perubahan frekuensi yang terjadi pada kapasitor akan memberikan efek yang besar terhadap nilai reaktansis kapasitif kapasitor tersebut. Jadi, semakin tinggi Frekuensi kapasitor, maka semakin rendah nilai reaktansi kapasitifnya. Sebaliknya, semakin rendah frekuensi tegangan AC kapasitor, semakin tinggi pula nilai reaktansi kapasitifnya.

Cara Menghitung Reaktansi Kapasitif

Setelah mengetahui apa itu reaktansi kapasitif, tentu anda juga harus tahu juga bagaimana cara menghitung reaksi kapasitif. Rumus atau persamaan reaktansi kapasitif sangat bergantung pada frekuensi tegangan AC kapasitor. Berikut rumus atau persamaan reaktansi kapasitif.

Baca juga : Pengertian Efisiensi Trafo + Cara Menghitungnya

Xc = 1/2πfC

Keterangan :

  • Xc = Reaktansi Kapasitif (Ohm)
  • π (pi) = 3,142 (desimal) atau 22÷7 (fraksi)
  • f = Frekuensi (Hertz)
  • C = Kapasitansi Kapasitor (Farad)

Semoga informasi singkat mengenai pengertian reaktansi kapasitif dan cara menghitungnya tadi memberikan banyak manfaat bagi para pembaca semua di manapun anda berada. Pantau terus belajarelektronika.net karena kami akan memberikan update informasi menarik lainnya seputar dunia elektronika dan kelistrikan.

Incoming search terms:

  • BUKU -RANKAIAN ELEKTRONIKA
  • FUNGSI ELCO ELEKTRONIKA
Penulis: 
    author
    Admin belajarelektronika.net adalah seseorang yang suka bereksperimen dengan barang-barang elektronik walaupun kadang gagal.