Prinsip Kerja Bimetal Sebagai Sensor Suhu pada Setrika Listrik

632 views

Prinsip Kerja Bimetal Sebagai Sensor Suhu pada Setrika Listrik – Semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya setrika listrik bukan? Ya, setrika listrik merupakan alat elektronik rumah tangga yang digunakan untuk menghilangkan kusut pada pakaian. Hampir semua rumah pasti punya alat yang satu ini.

Banyak yang bertanya-tanya kaitannya dengan prinsip atau cara kerja bimetal sebagai sensor suhu pada setrika listrik. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dipahami terlebih dahulu bahwa setrika listrik memiliki komponen utama yang berupa koil, yakni lilitan kawat yang dililitkan pada selempeng asbes atau bahan lain yang tahan terhadap panas.

Listrik dialirkan ke kawat tersebut kemudian menimbulkan panas. Apabila setrika listrik tidak memiliki saklar otomatis (prinsip kerja bimetal), maka biasanya lilitan kawat tersebut menjadi terlalu panas dan membara, serta bisa menyebabkan putus. Panas dari lilitan kawat tadi ditransfer ke permukaan bawah setrika sehingga menyebabkan panas.

Prinsip Kerja Bimetal Setrika Listrik

Panas di permukaan bawah tersebutlah yang bisa menyebabkan setrika dapat menghilangkan kusut pakaian. Jadi prinsip bimetal pada setrika listrik akan selalu bekerja apabila lampu indikator setrika menyala. Saat lampu menyala berarti bimetal juga menyala dan listirk dialirkan.

Sedangkan saat lampu indikator setrika mati, listrik tidak mengalir namun bimetal masih panas. Dan apabila nanti ketika bimetal mulai mendingin (menyusut), lampu setrika kembali menyala dan begitulah seterusnya. Dengan begitu setrika tidak akan terlalu panas sehingga dapat merusak pakaian yang disetrika.

Baca juga : Perbedaan Limit Switch dan Push Button

Selain itu prinsip kerja bimetal di setrika listrik juga tergantung dari jenis logam serta tinggi rendahnya temperatur kerja pada logam tersebut. Apabila dua lempeng logam saling direkatkan, kemudian dipanaskan, maka logam yang punya koefisien muai lebih tinggi, akan memuai menjadi lebih panjang.

Hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Logam yang memiliki koefisien muai lebih rendah, akan memuai menjadi lebih pendek. Akibat perbedaan reaksi muai tersebut, maka bimetal akan melengkung menuju ke arah logam yang punya koefisien muai lebih rendah.

Bagaimana, cukup jelas bukan? Semoga penjelasan mengenai prinsip kerja bimetal sebagai sensor suhu pada setrika listrik tadi dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jangan ragu jika anda ingin membagikan info ini kepada teman-teman. Silahkan share menggunakan tombol yang tersedia.

Incoming search terms:

  • kawat bimetal pada setrika
  • penhertian kawat bimetal pada setrika

Tinggalkan pesan "Prinsip Kerja Bimetal Sebagai Sensor Suhu pada Setrika Listrik"

Penulis: 
    author
    Admin belajarelektronika.net adalah seseorang yang suka bereksperimen dengan barang-barang elektronik walaupun kadang gagal.