Struktur dan Cara Kerja Kapasitor / Kondensator

4004 views

Struktur dan Cara Kerja Kapasitor / Kondensator – Kapasitor alias capacitor adalah salah satu komponen elektronika yang paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika. Tak sedikit orang menyebut kapasitor dengan nama kondensator. Bagi anda yang belum tahu, komponen yang satu ini merupakan salah satu komponen elektronika pasif.

Fungsi utama dari komponen kapasitor ini ialah untuk menyimpan muatan listrik sementara waktu. Selain itu komponen elektronika yang satu ini juga bisa digunakan untuk penggeser fasa maupun sebagai filter atau penyaring dalam pencatu daya. Kapasitor memiliki sifat yang unik, yakni melewatkan arus bolak-balik (AC) dan menghambat arus searah (DC).

Seperti yang telah kami katakan tadi bahwa fungsi utama dari kapasitor adalah menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Kemampuan penyimpanan muatan listrik yang dimiliki oleh komponen kapasitor atau kondensator disebut dengan kapasitansi. Satuan dari kapasitansi adalah Farad dan dilambangkan dengan huruf “F”.

Struktur Kapasitor / Kondensator

Struktur dasar dari sebuah kapasitor atau kondensator terdiri dari dua buah plat yang disusun secara paralel dan dipisahkan dengan daerah non-konduktif. Daerah non-konduktif yang dimaksud menggunakan bahan yang disebut dengan bahan dielektrik, yakni bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan aias dikutubkan dengan menggunakan medan listrik.

Pada saat bahan dielektrik ditempatkan pada medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui bahan tersebut, melainkan hanya sedikit bergeser dari rata-rata posisi setimbangnya, atau istilah lainnya adalah equilibrium positions. Perpindahan tersebut menyebabkan polarisasi yang juga kerap disebut dengan polarisasi dielektrik.

Bahan dielektrik yang digunakan pada kapasitor bermacam-macam, bisa berupa kertas, film plastik, mika, udara, kaca, keramik, dan lain-lain. Sementara platnya bisa berupa cakram aluminium, aluminium foil, atau lapisan tipis logam lainnya. Lapisan-lapisan tersebut digulung menjadi bentuk silinder atau dibiarkan rata. Berikut gambar dari struktur kondensator.

Baca juga : Cara Menghitung Nilai Kapasitor

Cara Kerja Kapasitor / Kondensator

Pada saat kedua plat kapasitor dihubungkan dengan listrik searah (DC) seperti baterai, elektron didorong menuju ke satu plat oleh terminal negatif baterai. Sementara elektron ditarik dari plat lain oleh terminal positif baterai. Apabila beda muatan pada plat terlalu besar, maka akan menimbulkan percikan alias spark. Pada saat itu, kapasitor membuang muatan yang tersimpan atau discharge.

Sementara untuk meningkatkan jumlah muatan plat, bahan dielektrik harus ditempatkan di antara dua plat yang ada. Fungsi bahan dielektrik pada sebuah kapasitor adalah sebagai pemblokir percikan yang manfaatnya dapat meningkatkan kapasitas muatan pada kapasitor. Kapasitansi sebuah kapasitor juga dipengaruhi oleh bahan dielektrik yang digunakan.

Apabila konstanta bahan dielektrik atau permitivitas bahannya punya nilai besar, maka nilai kapasitansinya juga akan menjadi besar. Begitu juga sebaliknya. Selain itu ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tingkat kapasitansi kapasitor seperti luas daerah permukaan kepingan plat, serta jarak antara plat yang disusun secara paralel tersebut.

Semakin luas kepingan plat yang digunakan, semakin besar pula nilai kapasitansinya. Nilai kapasitansi berbanding terbalik dengan jarak antar masing-masing keping plat. Semakin dekat jarak antara kedua plat, semakin besar juga nilai kapasitansi yang dimiliknya. Semoga informasi singkat mengenai struktur dan prinsip kerja kapasitor ini bermanfaat bagi para pembaca.

Penulis: 
    author
    Admin belajarelektronika.net adalah seseorang yang suka bereksperimen dengan barang-barang elektronik walaupun kadang gagal.