Transistor Sebagai Saklar dan Penguat Arus

5438 views

transistor sebagai saklar dan penguatTransistor Sebagai Saklar dan Penguat Arus - Tentunya anda semua sudah tak asing lagi dengan komponen elektronika yang bernama trasistor. Ya, transistor adalah salah satu komponen elektronika aktif yang memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah sebagai saklar atau switch dan juga penguat arus listrik.

Pada umumnya sebuah transistor memiliki tiga kaki, yakni kaki basis, emitor, dan kaki kolektor. Selain itu transistor juga terbagi atas dua jenis, yakni transistor NPN dan PNP. Penjelasan mengenai pengertian dasar, fungsi, dan jenis transistor bisa anda baca di artikel yang telah Belajar Elektronika bagikan sebelumnya.

Dan pada kesempatan yang baik ini, Belajar Elektronika akan kembali membahas mengenai trasistor, lebih tepatnya tentang fungsi pokok dari komponen transistor, yakni sebagai saklar (switch) dan sebagai penguat arus listrik. Bagi anda yang ingin tahu detail informasinya, bisa langsung simak ulasan di bawah ini.

Transistor Sebagai Saklar (Switch)

Yang pertama kita akan membahas fungsi transistor sebagai saklar atau switch. Komponen transistor memiliki karakteristik dan sifat tertentu sehingga dapat difungsikan sebagai saklar atau switch. Ketika kaki basis dan emitor tidak dialiri arus, maka transistor dalam keadaan terbuka (off), atau biasa juga disebut dengan kondisi cut off, begitu juga sebaliknya.

Nah, untuk memperjelas pemahaman anda mengenai cara kerja transistor sebagai saklar atau switch, alangkah baiknya anda lihat gambar yang ada di bawah ini. Pada gambar tersebut, transistor diibaratkan sebagai kran air yang dapat membuka dan menuput pada kondisi tertentu.

transistor sebagai saklar

Dari fungsi transistor sebagai saklar tersebut, anda bisa menggunakan komponen ini untuk menggantikan saklar konvensional. Kelebihannya adalah saklar dengan transistor tidak akan menimbulkan percikan api saat diswitch dari on ke off atau sebaliknya. Selain itu saklar dari transistor juga lebih ringkas dan ekonomis.

Transistor Sebagai Penguat Arus

Selain sebagai saklar, transistor juga memiliki fungsi sebagai penguat arus. Komponen transistor memiliki 3 kaki. Tegangan atau arus yang mengalir pada salah satu kakinya mengatur arus yang lebih besar dan melalui 2 kaki lainnya. Karena sifatnya sebagai penguat tersebut, transistor banyak digunakan para rangkaian seperti pengeras suara maupun penguat sinyal radio.

Prinsip kerja transistor sebagai penguat cukup sederhana, yakni arus kecil yang ada pada basis digunakan untuk mengontrol arus yang lebih besar yang dialirkan ke kolektor. Jadi fungsi transistor dapat dikatakan hanya sebagai penguat saat arus basis akan berubah. Perubahan arus tersebutlah yang dinamakan dengan perubahan besar yang mengalir dari kolektor menujuke emitor.

Baca juga : Tabel Persamaan Transistor

Sebenarnya transistor tak hanya dapat menguatkan arus saja, namun juga bisa menguatkan sinyal, tegangan, maupun daya. Tak heran jika anda bisa dengan mudah menemukan komponen ini di berbagai rangkaian elektronika baik yang sederhana sampai yang rumit, karena fungsinya sangat bermacam-macam.

Demikian informasi singkat mengenai pengertian transistor sebagai saklar dan penguat arus, tegangan, daya, dan sinyal. Semoga informasi yang kami bagikan kali ini dapat bermanfaat bagi semua, khususnya bagi para pembaca setia belajarelektronika.net. Sampai jumpa di artikel yang kalah menarik selanjutnya.

Incoming search terms:

  • rangkaian penguat arus dengan transistor
  • penguat arus
  • rangkaian penguat arus
  • transistor penguat arus
  • rangkaian penguat arus listrik
  • penguat arus listrik
  • rangkaian penguat arus sederhana
  • komponen penguat arus
  • rangkaian transistor sebagai penguat arus
  • rangkaian fingsi transistor sbg saklar

Leave a reply "Transistor Sebagai Saklar dan Penguat Arus"

Author: 
    author
    Admin belajarelektronika.net adalah seseorang yang suka bereksperimen dengan barang-barang elektronik walaupun kadang gagal.